hidup adalah kesempatan maka dari itu pergunakanlah waktu dengan baik, belajar menghitung hari-hari
Wednesday, May 17, 2017
Monday, May 8, 2017
MAKALAH PERGAULAN DAN TANGGUNG JAWAB SERTA KEPENTINGAN PRIBADI DAN KEPENTINGAN UMUM
PERGAULAN DAN TANGGUNG JAWAB SERTA KEPENTINGAN PRIBADI DAN
KEPENTINGAN UMUM
NAMA
ANGGOTA:
· EMMIYA MARGARETHA (1605030186)
· SULASTRI SABERINA BR BUKIT(1605030136)
· ROY RAMADANA (16050393)
KELOMPOK:
7
KELAS:
A. 1.2
DOSEN:
DEWI APRIANY M.Pd
UNIVERSITAS QUALITY
TA 2016/2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas berkat dan rahmat kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pergaulan
dan Tanggung Jawab Sosial serta Kepenting Umum dan Kepentingan Pribadi.Pada kesempatan ini kami juga berterima kasih kepada Dosen dan teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini sehingga makalah ini dapat di selesaikan dengan baik.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca
untuk menambah wawasan. Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak
kekurangan. Kami mengharapkan saran dan kritik dari teman-teman untuk
memperbaiki makalah ini. Atas perhatiannya kami ucapkan Terima Kasih
03, april 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................... 1
A.
LATAR
BELAKANG MASALAH......................................................................... 1
B.
RUMUSAN
MASALAH........................................................................................... 2
C.
TUJUAN
PENULISAN............................................................................................. 2
BAB II ISI............................................................................................................................... 3
A.
PENGERTIAN
PERGAULAN............................................................................... 3
B.
JENIS-JENIS
PERGAULAN................................................................................... 3
C.
DAMPAK
PERGAULAN BAGI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN........... 4
D.
PENGERTIAN
TANGGUNG JAWAB................................................................. 5
E.
JENIS-JENIS
TANGGUNG JAWAB..................................................................... 6
F.
PENGERTIAN
KEPENTINGAN PRIBADI......................................................... 8
G.
PENGERTIAN
KEPENTINGAN UMUM............................................................ 8
BAB III PENUTUP................................................................................................................ 10
KESIMPULAN...................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 11
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Manusia didalam
kehidupannya disamping sebagai makhluk Tuhan, makhluk individu, juga merupakan
makhluk sosial.
Sifat kodrati manusia sebagai makhluk Tuhan, individu, dan sosial harus
dikembangkan secara seimbang, selaras, dan serasi. Perlu disadari didalam
kehidupannya bahwa manusia
mempunyai pergaulan, dan tanggung jawab, mempunyai hak
dan kewajiiban, serta dituntut pengabdian dan pengorbanannya didalam kehidupan
pribadi maupun bermasyarakat.
Manusia mempunyai arti hidup secara layak diantara manusia lainnya, tanpa ada
manusia lain atau tanpa hidup bermasyarakat, seseorang tidak dapat
menyelenggarakan hidupnya dengan baik.
Pergaulan
adalah hubungan yang dibangun oleh sesama manusia di muka bumi tanpa mengenal
batasan. Jadi, pergaulan besifat tidak terbatas, sehingga pergaulan tidak
selamanya bersifat baik. Baik dan buruknya suatu pergaulan dapat ditentukan
oleh orang-orang yang ada di dalamnya. Dampak dari pergaulan itu sendiri
dirasakan oleh orang-orang dalam pergaulan tersebut maupun yang tidak.
Pergaulan dan
tanggung jawab itu sendiri merupakan sifat yang mendasar dalam diri manusia,
selaras dengan fitrah, tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap
individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang
tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada
hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan
kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia
harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia
disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai peran dan tanggung jawab
seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam
masyarakat tersebut. Inilah yang menyebabkan pergaulan dan tanggung jawab
masing-masing individu berbeda. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan
perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Kepentingan pribadi adalah kepentingan diri sendiri sedangkan Kepentingan umum adalah
kepentingan orang banyak atau masyarakat dan jugakepentingan umun
disebut juga kepentingan bangsa dan negara. Artinya, hal-hal yang menyangkut
kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk kepentingan umum.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
yang dimaksud dengan pergaulan?
2. Apa
jenis-jenis pergaulan ?
3. Apa
manfaat dan dampak pergaulan bagi diri sendiri dan orang lain?
4. Apa
yang dimaksud dengan tanggung jawab?
5. Jenis-jenis
tanggung jawab?
6. Apa
yang dimaksud dengan kepentingan pribadi?
7. Apa
jenis-jenis kepentingan pribadi?
8. Apa
yang dimaksud dengan kepentingan umum?
9. Apa
jenis-jenis kepentingan umum?
C.TUJUAN
PENULISAN
1. Untuk
mengetahui apa itu pergaulan.
2. Mengetahui
jeni-jenis pergaulan.
3. Mengetahui
manfaat dan dampak pergaulan bagi diri sendiri dan orang lain.
4. Untuk
mengetahui apa itu tanggung jawab.
5. Untuk
mengetahui jenis-jenis tanggung jawab.
6. Untuk
mengetahui apa itu kepentingan pribadi.
7. Mengetahui
jenis-jenis kepentingan pribadi.
8. Untuk
mengetahui apa itu kepentingan umum.
9. Mengetahui
jenis-jenis kepentingan umum.
BAB II
ISI
A.
PENGERTIAN
PERGAULAN
Pergaulan
merupakan jalinan hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain yang
berlangsung dalam jangka relatif lama sehingga terjadi saling mempengaruhi satu
dengan lainnya. Pergaulan merupakan kelanjutan dari proses interaksi sosial
yang terjalin antara individu dalam lingkungan sosialnya. Kuat lemahnya suatu
interaksi sosial mempengaruhi erat tidaknya pergaulan yang terjalin. Seorang
anak yang selalu bertemu dan berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu
relatif lama akan membentuk pergaulan yang lebih. Beda dengan orang yang hanya
sesekali bertemu atau hanya melakukan interaksi sosial secara tidak langsung.
Dalam kehidupan sosial ada berbagai bentuk
pergaulan, ada yang sehat ada pula yang dikategorikan pergaulan yang tidak
sehat. Pergaulan sehat adalah pergaulan yang membawa pengaruh positif bagi
perkembangan kepribadian seseorang. Sebaliknya pergaulan tidak sehat mengarah
kepada pola perilaku yang merugikan bagi perkembangan dirinya sendiri maupun
dampaknya bagi orang lain.Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang mengarah
kepada pembentukan kepribadian yang sesuai dengan nilai dan norma sosial,
kesusilaan dan kesopanan yang berlaku.
B.
JENIS-JENIS
PERGAULAN
Jenis-jenis pergaulan
dipengaruhi oleh beberapa factor yang, yaitu faktor umur, pekerjaan, keterikatan,
lingkungan dan sebagainya.
Faktor umur
Faktor umur menentukan bentuk hubungan sosialisasi pelaku. Usia anak-anak berbeda dengan usia remaja, usia dewasa, usia orang tua, usia lanjut dan sebaginya. Dapat dikatakan baik, apabila bentuk pergaulan itu dilakukan oleh dan untuk umur sebaya.
Faktor umur menentukan bentuk hubungan sosialisasi pelaku. Usia anak-anak berbeda dengan usia remaja, usia dewasa, usia orang tua, usia lanjut dan sebaginya. Dapat dikatakan baik, apabila bentuk pergaulan itu dilakukan oleh dan untuk umur sebaya.
Faktor pekerjaan
Faktor pekerjaan berpengaruh juga terhadap bentuk pergaulan. Perilaku pergaulan antara orang-orang kantor akan berbeda dengan orang-orang di lapangan, pekerja pabrik, pekerja bangunan, pekerja di terminal dan sebagainya.
Faktor pekerjaan berpengaruh juga terhadap bentuk pergaulan. Perilaku pergaulan antara orang-orang kantor akan berbeda dengan orang-orang di lapangan, pekerja pabrik, pekerja bangunan, pekerja di terminal dan sebagainya.
Faktor keterikatan
Faktor keterikatan, misalnya pelaku organisasi sosial, organisasi partai politik, peserta didik tentu cara bergaulnya juga akan berbeda.
Faktor keterikatan, misalnya pelaku organisasi sosial, organisasi partai politik, peserta didik tentu cara bergaulnya juga akan berbeda.
Faktor lingkungan
Pergaulan dalam lingkungan masyarakat yang macam pendidikan, kegiatan, status sosialnya sangat berbeda-beda, dan heterogen memerlukan penyesuaian yang sangat ekstra hati-hati.
Pergaulan dalam lingkungan masyarakat yang macam pendidikan, kegiatan, status sosialnya sangat berbeda-beda, dan heterogen memerlukan penyesuaian yang sangat ekstra hati-hati.
C.
DAMPAK
PERGAULAN BAGI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN
Pergaulan adalah interaksi antarindividu dalam mengenal lingkungan
sosialnya. Melalui pergaulan diperoleh manfaat sebagai berikut:- Lebih mengenal nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku sehingga mampu membedakan mana yang pantas dan mana yang tidak dalam melakukan sesuatu.
- Lebih mengenal kepribadian masing-masing orang sekaligus menyadari bahwa manusia memiliki keunikan yang masing-masing perlu dihargai.
- Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi dengan banyak orang sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri.
- Mampu membentuk kepribadian yang baik yang bisa diterima di berbagai lapisan sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok individu yang pantas diteladani.
Beberapa dampak negatif yang terbentuk akibat pergaulan yang salah antara lain:
- Hilangnya semangat belajar dan cenderung malas serta menyukai hal-hal yang melanggar norma sosial.
- Suramnya masa depan akibat terjerumus dalam dunia kelam, misal: kecanduan narkoba, terlibat dalam tindak kriminal dan sebagainya.
- Dijauhi masyarakat sekitar akibat dari pola perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku.
- Tumbuh menjadi sosok individu dengan kepribadian yang menyimpang.
- Membangkitkan kesadaran kepada yang bersangkutan bahwa apa yang telah ia lakukan adalah menyimpang.
- Memutuskan rantai yang menghubungkan antara individu dengan lingkungan yang menyebab ia berperilaku menyimpang.
- Melakukan pengawasan sebagai control secara terus menerus agar terhindar dari perilaku yang menyimpang.
- Melakukan kegiatan konseling atau pemberian nasehat secara persuasif, sehingga anak tidak merasa bahwa ia di bawah proses pembimbingan.
D.
PENGERTIAN
TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab menurut kamus umum
bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga
bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban
menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab
dan menanggung akibatnya.
Tanggung
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang
disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat
sebagai wujud kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah
makhluk yang bertanggung jawab.Disebut demikian karena manusia, Manusia
memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan
sejumlah peranan dalam konteks sosial, individual ataupun teologis.
Dalam
konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial.Ia tidak dapat hidup sendirian
dengan perangkat nilai-nilai sclera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan
seseorang dalam jaminan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu
konsensus nilai yang telah disetujui bersama. Masalah tanggung jawab dalam
konteks individual berkaitan dengan konteks teologis.Manusia sebagai makhluk
individual artinya manusia harus bertanggung jawab terhadap dirinya
(seimbangan jasmani dan rohani) dan harus bertanggung jawab terhadap Tuhannya
(sebagai penciptanya). Tanggung jawab manusia terhadap dirinya akan lebih kuat
intensitasnya apabila ia mentiliki kesadaran yang mendalam. Tanggung jawab
manusia terhadap dirinya juga muncul sebagai akibat keyakinannya terhadap
suatu nilai.
Demikian pula tanggung jawab manusia terhadap Tuhannya, manusia sadar akan keyakinan
dan ajaran-Nya. Oleh karena itu manusia harus menjalankan perintah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya agar manusia dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar.
Tanggung jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah keberanian.Orang yang
bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala yang
menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang
lain, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang
bersangkutan akan berusaha melalui seluruh potensi dirinya. Selain itu juga
orang yang bertanggung jawab adalah orang yang mau berkorban demi kepentingan
orang lain.
E. JENIS-JENIS
TANGGUNG JAWAB
1.
Tanggung
Jawab Manusia Terhadap Diri Sendiri
Menurut sifatnya manusia adalah
makhluk bermoral. Akan tetapi manusia juga seorang pribadi, dan sebagai makhluk
pribadi manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan-angan untuk
berbuat ataupun bertindak, sudah barang tentu apabila perbuatan dan tindakan
tersebut dihadapan orang banyak, bisa jadi mengundang kekeliruan dan juga
kesalahan. Untuk itulah agar maanusia itu dalam mengisi kehidupannya memperoleh
makna, maka atas diri manusia perlu diberi Tanggung Jawab.
2.
Tanggung
Jawab Kepada Keluarga
Masyarakat kecil ialah keluarga.
Keluarga adalah suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang-orang lain
yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab
kepada keluarganya. Tanggung Jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi
Tanggung Jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan
kehidupan.
3.
Tanggung
Jawab Kepada Masyarakat
Satu kenyataan pula, bahwa manusia
adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam
berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan sebagainya manusia terikat oleh
masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus
dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Secara kodrati dari sejak lahir
sampai manusia mati, memerlukan bantuan orang lain. Terlebih lagi pada zaman
yang sudah semakin maju ini. Secara langsung maupun tidak langsung manusia
membutuhkan hasil karya dan jasa orang lain untuk memenuhi segala kebutuhan
hidup. Dalam kondisi inilah manusia membutuhkan dan kerjasama dengan orang
lain.
Kekuatan pada manusia pada
hakikatnya tidak terletak pada kemampuan fisik ataupun kemampuan jiwanya saja,
namun juaga terletak pada kemampuan manusia bekerjasama dengan manusia lain.
Karena dengan manusia lain, mereka dapat menciptakan kebudayaan yang dapat
membedakan manusia dengan makhluk hidup lain. Yang menyadarkan manusia ada
tingkat mutu, martabat dan harkat, sebagai manusia yang hidup pada zaman
sekarang dan akan datang.
Dalam semua ini nampak bahwa dalam
mempertahankan hidup dan mengejar kehidupan yang lebih baik, manusia mustahil
dapat mutlak berdiri sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dengan orang lain.
Kenyataan ini menimbulkan kesadaran bahwa segala yang dicapai dan kebahagiaan
yang dirasakan oleh manusia pada dasarnya berkat bantuan atau kerjasama dengan
orang lain didalam masyarakat. Kesadaran demikian melahirkan kesadaran bahwa
setiap manusia terpanggil hatinya untuk melakukan apa yang terbaik bagi orang
lain dan masyarakat. Boleh jadi inilah Tanggung Jawab manusia yang utama dalam
hidup kaitannya dengan masyarakat.
4.
Tanggung
Jawab Kepada Bangsa/Negara
Satu kenyataan lagi, bahwa tiap
manusia, tiap individual adalah warga nagara suatu negara. Dalam berpikir,
berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat olah norma-norma atau
ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semua
sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab
kepada negara.
5.
Tanggung
Jawab Kepada Tuhan
Manusia ada tidak dengan sendirimya,
tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia dapat
mengembangkan diri sendiri dengan sarana-sarana pada dirinya yaitu pikiran,
perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam sekitarnya.
Dalam mengembangkan dirinya manusia
bertingkah laku dan berbuat. Sudah tentu dalam perbuatannya manusia membuat
banyak kesalahan baik yangdisengaja maupun tidak. Sebagai hamba Tuhan, manusia
harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang saalah itu atau dengan
istilah agama atas segala dosanya.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia
bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan. Apabila tidak bersembahyang, maka
manusia itu harus mempertanggung jawabkan kelalaiannya itu diakhirat kelak.
Manusia hidup dalam perjuangan,
begitu firman Tuhan. Tetapi bila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan
hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri, penderitaan akibat
kelalaian adalah tanggung jawabnya. Meskipun manusia menutupi perbuatannya yang
salah dengan segala jalan sesuai dengan kondisi dan kemampuannya, misalnya
dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya (ancaman), namun manusia tak
dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.
F.PENGERTIAN
KEPENTINGAN PRIBADI
Kepentingan pribadi adalah kepentingan diri sendiri ,dimana setiap
individu memenuhi kebutuhannya untuk keberlangsungan hidupnya . contohnya
:makan dan minum, setiap manusia senantiasa akan
berusaha memenuhi kebutuhan pribadinya guna memenuhi hakikat individualitasnya
(dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya).
Hal terpenting yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya
adalah bahwa manusia dilengkapi dengan akal pikiran, perasaan dan keyakinan
untuk mempertinggi kualitas hidupnya. Manusia adalah ciptaan Tuhan dengan
derajat paling tinggi di antara ciptaan-ciptaan yang lain.
G.PENGERTIAN KEPENTINGAN UMUM
Kepentingan
umum adalah kepentingan orang banyak
atau masyarakat, Yang termasuk kepentingan umun adalah bangsa dan negara.
Artinya, hal-hal yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk
kepentingan umum. Hal-hal yang menjadi milik bangsa atau negara adalah
kepentingan umum. Di antara benda-benda yang menjadi milik umum atau milik
bangsa dan negara itu adalah :
a.
Pancasila
b. Undang-undang dasar 1945c. Persatuan dan kesatuan bangsa
d. Musyawarah untuk mencapai mufakat
e. Kegotongroyongan
f. Hasil-hasil pembangunan
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
Pergaulan adalah
hubungan yang dibangun oleh sesama manusia di muka bumi tanpa mengenal batasan.
Jadi, pergaulan besifat tidak terbatas, sehingga pergaulan tidak selamanya
bersifat baik. Baik dan buruknya suatu pergaulan dapat ditentukan oleh
orang-orang yang ada di dalamnya. Dampak dari pergaulan itu sendiri dirasakan
oleh orang-orang dalam pergaulan tersebut maupun yang tidak.
Tanggung jawab adalah kesadaran
manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang
tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujud kesadaran
akan kewajibannya.
Kepentingan pribadi adalah kepentingan diri sendiri ,dimana setiap
individu memenuhi kebutuhannya untuk keberlangsungan hidupnya
Kepentingan umum adalah kepentingan orang banyak atau
masyarakat, Yang termasuk kepentingan umun adalah bangsa dan Negara
SARAN
Meskipun penulis menginginkan
kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini tetapi kenyataannya masih banyak
kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya
pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan untuk perbaikan ke
depannya.
DAFTAR
PUSTAKA
K.
BERTENS, Etika, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1993.
Gunarsa, Singgih D. 1988. Pesikologi
Muda Mudi. Jakarta: Mulia.
Ritzer, Goerge, Goodman Douglas.
2003; Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media
Subscribe to:
Comments (Atom)